Selasa, 25 November 2014
Aku Lelah, Bu
Minggu, 07 September 2014
Apakah Ada?
Rabu, 20 Agustus 2014
Bisik Rindu
Selasa, 05 Agustus 2014
Airmata Kerinduan
sebab aku jemu menanti bianglala di malam hari yang tak pernah ada.
Seperti kamu...
Entah di mana lagi 'kan kukisahkan repih luka berbatas waktu.
Tangisku mungkin pecah seirama tetesan hujan, sayang.
Tapi apa daya bila kau slalu abaikan dan menghilang.
Sungguh, sekalipun waktu membiarkan aku berlari jauh,
bayanganmu tetap utuh.
Sedang hujan...
Biar saja mengalir merupa airmata kerinduan,
untukmu di kejauhan.
Senin, 04 Agustus 2014
Aku Masih di Sini
meski aku juga harus bergegas.
Bukankah tiap kesalahan mempunyai
kapasitasnya sendiri untuk direnungkan?
Lain halnya denganmu, berpikir panjang tanpa satu jalan.
Sabtu, 02 Agustus 2014
Sewaktu Aku Ingin
Minggu, 08 Juni 2014
Aku Merindukanmu, Mencintaimu
Minggu, 27 April 2014
Hadiahku Untukmu
![]() |
| pic from here |
Aku ingin menghadiahimu dengan kata:
seolah bait-bait ini lahir begitu saja
tanpa mengenal apa artinya cinta
Aku ingin menghadiahimu dengan kata:
seolah jiwa ini bebas tanpa nelangsa
walau kelamnya ajari banyak makna
Apakah kamu ingin tahu?
cinta nan sederhana tak semudah bayanganku
terlebih saat hujan bulan juni menyapaku
Apakah kamu juga ingin tahu?
cinta nan sederhana memang memiliki liku
terlebih saat maknanya tak penuhi inginku
Duhai tuan, ini hadiahku untukmu!
tak perlu banyak kata, baca saja tanpa ragu
sebab cinta nan sederhana hanya satu; kamu
@Susi_SmileKitty
#Puisi untuk Penyair Favorit
#PuisiHore3 [8]
Kamis, 24 April 2014
Rabu, 23 April 2014
Tetesan Rindu
Dapatkah kukatakan 'aku rindu padamu' ke kamu?
Mungkin itu hanya satu pertanyaan di benakmu
Sedang di sini, di kedalaman hati ini...
Pertanyaan itu berakar, tumbuh seiring tetes hujan di luar sana
Ya, aku rindu padamu!
Aku rindu saat pertama kali kita berjumpa meski tanpa sapa
Aku rindu saat kedua kali kita saling mengenal walau tersipu malu
Aku rindu saat ketiga kali kita mencuri pandang dan tersenyum
Seolah dunia tersita, menyisakan aku dan kamu saja
Aku juga rindu saat keempat kali, kelima kali, bahkan berkali-kali
Entah tak terhitung lagi...
Jadi, dapatkah kukatakan 'aku rindu padamu' ke kamu?
"Hai, puan! Bukankah sudah kau katakan sedari tadi?"
"Ah, iya! Kau benar, aku mengatakannya tanpa sengaja."
Duhai, kasih...
Lihatlah, dengarlah, aku memang rindu padamu
Bahkan isi dalam kepalaku selalu bercerita tentangmu
Mengajakku meliuk, menarikan tetesan rindu
Yang menggema di sepanjang sepi tak bertuan
Minggu, 20 April 2014
Sajak Cerita Cinta
Tak sengaja kutarikan rindu bersama tetes hujan
Tersebab sebuah rasa yang tak tersampaikan
Tentang kamu, membayang di celah ingatan
Tanyaku enggan terjawab perjalanan waktu
Tak apa, barangkali rel ketakmungkinan memang baku
Tepiskan mimpi, membuih di udara nun jauh
Tabah rasa mungkin pernah menyusut seketika
Tak ubahnya ego tersulut api amarah
Tebal, diam-diam enggan percaya cerita cinta
#EmpatElemen
Kamis, 17 April 2014
Akulah Sang Mata
![]() |
| pic from themorgan.org |
Akulah sang mata
Menjaga tiap-tiap rahasia
Entah satu, dua, insan manusia
Baik tentang Adam maupun Hawa
Akulah sang mata
Menatap tajam pada dunia
Baik buruknya, ada tidaknya
Sebab segala yang ada, terasa fana
Akulah sang mata
Terlahir dengan dua jiwa
Sekali waktu, enggan berkaca
Seolah rasa meneriaki seribu logika
Akulah sang mata
Terpenjara dalam lukisan tua
Sedang di kepala, ingatan meraja
Berontak dalam gejolak yang tak nyata
Duhai Adam dan Hawa
Jangan tatap aku dengan sepasang mata
Sebab aku telah menatapmu begitu lama
Sebab akulah sang mata, terjebak satu cerita
sHie
#MemuisikanLukisan
#PuisiHore3 [5]
Minggu, 13 April 2014
Kidung Pagi
![]() |
| pic from favim.com |
Kemarilah, kasih...
Menyatu bersama kanvas putih
Semesta takkan biarkanmu sendiri dalam sepi
Bukankah bersama lebih baik walau kadang hatimu begitu kalut tanpa henti
Kemarilah, kasih...
Menyatu bersama kanvas putih
Air matamu tak boleh jatuh melewati pipi
Sebab ia terlalu berharga bagi seseorang yang tak pantas kautangisi
Kemarilah, kasih...
Menyatu bersama kanvas putih
Semesta pasti akan selalu mengerti apa yang terjadi
Bukalah hatimu untuk melihat lebih dalam lagi, yang dahulu telah berakhir kini
Kemarilah, kasih...
Menyatu bersama kanvas putih
Air matamu hanyalah penghias dari sebuah kata pergi
Sebab itu, lihatlah aku di sini, melengkungkan senyum serupa pelangi
Kemarilah, kasih...
Menyatu bersama kanvas putih
Semesta hidupmu akan kudekap bak pengisi hati
Bukankah lebih baik begini, tersenyum menyambut kasih putih pada pagi
sHie
#Perenungan
#PuisiHore3 [4]
Kamis, 10 April 2014
Potret Senyawa Kasih
Minggu, 06 April 2014
Rinduku Kamu
Isyaratkan getar rindu di titian kalbu
Nyanyikan basah hati teramat syahdu
Dan perlu kamu tahu bahwa dinding hati tak selamanya beku
Umpama batu ditetesi hujan terus menerus tak kenal waktu
Kamu, ya... kamu!
Usik saja aku dengan ingatan biru
Kadar maupun radar sudah tak terhitung ribu
Aku merindukanmu, duhai tuan pencuri hatiku
Manakala getar rindu dan basah hati sampai kepadamu
Usah kamu ragu sebab rinduku kamu, rinduku kamu
sHie
#PuisiAkrostik
#PuisiHore3 [2]
Sabtu, 05 April 2014
Senandung Jodoh Takkan Kemana
Jodoh memang takkan kemana
Tapi aku tak ingin bila ada yang terluka
Pabila jodoh hanya dijadikan ajang memaknai rasa
Jodoh, satu kata sirat tanya
Manakala dua hati dipertemukan satu nada
Percayakah kekuatan jodoh memang takkan kemana?
Ah, entahlah...
Biar saja kalbu yang berbahasa
Menyenandungkan rona-rona cinta
Sebab hati takkan ingkar bila memang iya
Dan mungkin jodoh memang takkan kemana
Bila takdir telah benar-benar terjawab oleh Sang Maha Cinta
~~~♡
Jumat, 04 April 2014
Hilang
Hilang, mungkin karena aku memang membosankan
Tak ubahnya bibir tanpa suara
Lidah kelu tanpa kata
Hilang, mungkin karena aku memang tak layak dipandang
Tak ubahnya hati tanpa rona-rona
Luka tersebab 'rasa'
Hilang, dan mungkin aku kan benar-benar hilang
Ditelan malam tak berteman bintang
Sedang pekatnya begitu membayang
Hilang, dan mungkin terbang tak kenal tujuan
Entah kepada angin malam berkepanjangan
Atau kamu di persimpangan jalan
Kamis, 03 April 2014
Teriak Dada
di kedalaman dada.
Ada yang tersiksa, kala ingatan meraja
perjuangan tokoh bangsa.
Ada yang bungkam dan hilang, ditelan perubahan zaman
meski cabikannya terbayang.
Ada yang terlupa, tersiksa, bungkam, dan hilang bagai pengkhianatan
sedang dalam dada berteriak penolakan.
sHie
#MenolakLupa
#PuisiHore3 [1]
Selasa, 25 Februari 2014
Aku Misalnya
seorang pria menyibak tirai sambut cahaya,
di dadanya, cinta perlahan mekar dengan sejuta warna.
Senyumnya tersungging manja,
pipinya pun merona,
menandakan Tuhan tlah menitipkan sebuah altar jiwa padanya.
Aku menyaksikannya lewat mata-mata,
sedang di dadaku riuh bertanya siapa,
adakah cinta mengetuk sebuah nama? Aku misalnya.





