Tampilkan postingan dengan label #PuisiHore2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #PuisiHore2. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Mei 2013

Canting, Catatan Ranting

Tak ada puisi kali ini. Tak ada juga tema hari ini. Hari hari yg telah terlewati. Harusnya sejak pengumuman #PuisiHore2, aku memposting ini. Tapi entah kenapa, aku baru terpikir sekarang.
Maafkan aku ya, kakak kakak penyelenggara #PuisiHore2 yakni kak @aa_muizz dan kak @acturindra. Aku gak ada maksud. Aku juga udah lama menyelesaikan bacaanku, hadiah darimu. Lebih tepatnya dari @syair_pagi. Sebuah novel karya Arswendo Atmowiloto "Canting".
Novel yg menarik dan begitu panjang. Bahasa jawanya halus dan benar2 seperti belajar sejarah. Sejarah pembatikan. Sejarah perjuangan. Ialah Ni - sarjana farmasi. Yg berusaha mengembalikan batik canting. Batik yg kalah saing dengan batik print.

Hm. Gak banyak yg bisa kusinopsiskan. Yg jelas, aku membuat catatanku sendiri. Catatan sebagai sebuah ranting. Ranting yg berteman angin. Jika ia tak kuat, maka angin bisa saja menjadi musuhnya.

Tapi ranting tak ingin kenal musuh. Ranting justru ingin berteman dengan siapa saja. Yg menjadi bagian dalam pohon kayu ini. Entah itu kepada batang. Kepada cabang. Kepada daun. Kepada bunga. Kepada buah.

Canting, catatan ranting. Walau tubuhku kecil, mungil, tak mendapat bagian banyak saat pembagian tulang, aku selalu ingin berjuang. Demi cita. Demi cinta. Demi asa. Demi rasa. Damai.

Minggu, 05 Mei 2013

Sendiri (Lagi)

aku benci merasa sendiri
meski aku kerap kali sendiri

tapi sekarang kau juga pergi
meninggalkan aku dalam sepi

lagi lagi harus merasa sendiri
dan juga harus menata hati

bukannya tak mau, tapi benci
jika harus menyemangati diri

aku ingin kamu ada disini
hari ini, bukan hari lain yang nanti

aku ingin kamu tetap disini
tolong, jangan pergi pergi lagi

tidakkah kau rasa kasih ini
aku sepi jika harus menyendiri

aku butuh kamu di sisi hati
bukan kamu yang lain yang aku tak mengerti

cukup sudah, jangan tanyai
aku tahu aku mungkin patut untuk sendiri

bila memang tak berniat kembali
akhiri saja semuanya sampai disini

kau mungkin takkan temukanku lagi
dalam dingin pagi yang mungkin mati

*Noah_Sendiri Lagi

sHie
#PuisiHore2 [8]

Rabu, 01 Mei 2013

SS Punya Cerita

pict from here

Sudah setahun kita tak pernah bertemu
Sejak kau pindah dan menetap di kota itu
Aku yang awalnya tak berniat menemuimu
Akhirnya malah terdampar menuju kotamu
Suatu hari, kau mengajakku bertemu
Di SS, sambil memesan beberapa menu
Hatiku gundah kala menatap wajahmu
Wajah yang sangat kurindukan disisiku
Celotehmu pun terdengar renyah di telingaku
Tak sanggup untuk menahan tanya tanya pada waktu
"Setelah Apoteker disini, lanjut kemana?" tanyaku
"Mungkin kerja. Mungkin juga menikah." jawabmu
"Menikah... dengan siapa?" tanyaku sendu
"Dengan wanita yang lebih muda dariku."
Lalu terbesit sesuatu sepertinya sembilu
 Harusnya tak kutanyakan pertanyaan itu
  ...
Kau pasti akan menikah, walau tidak denganku
Kau pasti bahagia, walau aku hancur dibelakangmu

sHie
#PuisiHore2 [7]

Sabtu, 27 April 2013

Hei Kapuas...

Taman Alun Alun Kapuas Pontianak by Panoramio.com

Aku mematung di taman alun alun
Sambil berkaca pada air yang mengalun
Tampangku bingung seperti kehilangan
Pada tiap waktu yang kusebut kenangan

Hei Kapuas...
Tak pernahkah engkau merasa puas
Aku telah lama memandangmu dari satu ruas
Kini aku ingin berkelana secara bebas

Aku tahu kau pasti marah padaku
Membiarkanku lepas menerjang mimpiku
Lalu dalam hitungan waktu kau sadarkanku
Disinilah seharusnya kuberada, Kapuasku

Tapi batinku bergejolak untuk tetap berkelana
Menumbuhkan asa dari puing puing penolakannya
Aku tak ingin dianggap lemah dan mati gaya
Lalu kuarungi Kapuasku menuju kota itu, Jogja

sHie
#PuisiHore2 [6]

Rabu, 24 April 2013

Tanah Suka Dukaku

Geopoliticus Child Watching the Birth of the New Man (1943) - Salvador Dali

Tanah ini tanah suka dukaku
Tempat kami berpijak dengan jejak
Tempat kami bertualang dengan riang

Namun lihatlah bumi pertiwiku
Tanah ini telah tampak retak retak
Tanah ini sudah tak layak dikunjung

Bahkan sejak perang berhenti dulu
Kemana manusia manusia tak berotak
Kemana jiwa jiwa yang lengang

Kami telah kubur masa masa lalu
Cangkang kehidupan pun kini tergeletak
Cairan anyir leleh dari celah cangkang

Inikah manusia dan jiwa yang baru
Yang kan perbaiki pertiwi dengan bijak
Yang kan tanami hijau sampai rindang

Aku takkan sabar untuk menunggu
Tanah ini tempat kami berpijak
Tanah ini tempat kami bertualang

sHie
#PuisiHore2 [5]

Sabtu, 20 April 2013

Mati!

Annunciation - Jamie Baldridge

Ku tak sanggup untuk telentang lagi
Kala cairan jalangmu merekah di sini

Diam, bungkam dan hanya gamang
Dalam remang remang sudut ranjang

Ku tak kuasa berlari ke sudut sudut lain
Ketika sadar tubuhku polos tanpa pakaian

Duniaku runtuh bagai diterpa badai
Dalam ringkuk hanya tinggal caci maki

Kau... cepatlah pergi dari diriku
Kemolekanku hanya menanam nafsu

Dan kini, tamparan angin bagai sembilu
Dalam lengung kutinggalkan raga polosku

sHie
#PuisiHore2 [4]

Kamis, 18 April 2013

Perpisahan ini Salah

Ada yang tak kumengerti dari perpisahan ini
Mataku sampai sembab karena tangisan semalam tadi
Langkah kakiku pun terasa berat di satu sisi
Belum lagi, perutku keroncongan setengah mati

Aku berjalan terseok menuju dapur yang berdiri kokoh
Kuiris tipis-tipis bawang merah dan putih sampai perih
Bagian ini jangan terlewatkan, paprika berwarna merah
Lalu kugoreng hingga harum mewangi bersama nasi putih

Di meja ini, tempat biasa kuhidangkan menu kesukaanmu
Tapi kini, kulewati pagi tanpa harus menatap senyummu
"Hmmm asin, sayang!" Komentarmu pada pagi dulu
Itu pertama kalinya kutaburkan garam dan lada tanpa takaran jitu

Aku tahu... ada yang salah jika kita berpisah
Mungkinkah masakanku tak bisa menghibur lelah
Atau aku tak sehebat dia yang kau puji tanpa celah
Inginku manis-manis saja seperti gula pasir yang putih

Tidakkah kau berpikir bahwa cinta kita ini diuji
Lalu mengapa kau beri nanas yang penuh dengan duri
Di sisa-sisa malam saat aku menagih janji suci
Salahkah bila janin ini hadir pada seribu hari

sHie
#PuisiHore2 [3]

Sabtu, 13 April 2013

Sekotak Candu Rayu

Di seberang sini,
rinduku mencuat sekian kali, entah gerangan apa yang terbesit di hati, masih menyisakan tanda tanya pada pagi, apa itu kisah tentang jalinan ini, yang hampir telah berhenti...

Di persimpangan rindu,
yang terus melabuh pilu, bahkan canda tawa tangisku, juga rangkaian cerita tentangmu, tentang kita dan mata yang tak pernah tahu, ada berjuta makna bertaut kelu...

Di seberang sana,
rindumu tak cukup tereja, entah gerangan apa yang membuatmu lupa, atau kau hanya berpura-pura, membuatku resah akan sebuah asa, akan mimpi untuk selalu bersama...

Di persimpangan pulau,
yang terus membentang rindu, bahkan membuatku lupa mandi pagi di hari Sabtu, demi menanti perjumpaan Malam Minggu, dalam sekotak candu rayu, tulisanmu...

sHie
#PuisiHore2 [2]

Rabu, 10 April 2013

Warna Hatiku

Ada rintik dan rinai berselisih
mencipta warna di remang hati
mungkin tak lagi abu-abu
mungkin tak lagi hitam
mungkin tak lagi putih

Ada tawa dan tangis beradu
mengarung melewati kedua pipi
bersama kenangan
bersama rasa
bersama asa

Aku bertanya sekian kali
tidakkah kau hiraukan?
tidakkah kau dengarkan?
duduk menatap seberkas foto itu
foto yang ramah akan senyummu

Aku memahat sebentuk hati
tidakkah kau rasakan?
tidakkah kau dapatkan?
warnanya kini smakin memudar
menghilang di balik selisih rintik dan rinai

sHie
#PuisiHore2 [1]

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...