![]() |
pict from mbah google |
Ada yang luruh dari gurat-gurat wajahmu ketika senja merekah: bibir merah.
Senja, perpaduan jingga indah di kanvas tanpa batas hatiku. Tempat kulukis kenangan itu.
Ada yang mengusik dinding hati saat kutatap larik-larik sinar senja: siluetmu.
Senjana, begitukah samaran namamu duhai Tuan penikmat senja dalam kanvasku.
Tuan, waktuku telah sirna menikmati senja bersamamu. Datanglah lagi esok hari, bila kau mau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
No comment - No cry
Meskipun komenmu sangat kuhargai disini :')