Jumat, 28 Juni 2013

Puisi Senja [3]

pict from favim.com

Tuan, izinkan aku berkisah tentang senja lagi. Waktuku tak cukup banyak kini.

Jingga senja di kotaku mulai memudar, mungkin tak tersentuh oleh sejuk sapa jiwamu.

Bagaimana jingga senja di kotamu, Tuan? Adakah jingganya sejingga mataku kala menatapmu?

Oh, rupanya rupa-rupa rindu itu singgah lagi. Seiring larik-larik sinar senja yang tak terbentuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No comment - No cry
Meskipun komenmu sangat kuhargai disini :')

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...