Selasa, 20 Oktober 2009

Airmata Ini Jadi Saksi


Airmata ini menetes lagi
Meski baru mengalir sekali
Sungguh, kuingin kau disini
Menemani dan bersandar diri

Airmata ini menetes lagi
Kini mengalir sekian kali
Sungguh, kuingin kau disini
Kecup dan peluk diri ini

Duhai kekeasih hati...
Adakah kau rasakan cinta ini?
Adakah kau detakkan jantung ini?
Adakah kau getarkan jiwa ini?

Duhai kekasih hati...
Airmata ini menetes lagi dan lagi
Adakah kau hadir disini?
Adakah kau hapus airmata ini?

Aku menanti...
Datangnya kau di malam hari
Tuk rasakan cinta ini
Tuk detakkan jantung ini
Tuk getarkan jiwa ini

Aku menanti...
Hadirnya kau di palung hati
Tuk menemaniku disini
Tuk menghapus airmata ini
Tuk aku dan segenap mimpi

Dan airmata ini jadi saksi!

Gelap Terang


Pekikku tersembunyi dalam zulmat
Terperangah akan bayang kelebat
Pelanaku tercuat begitu saja
Tertancap tepat pada lentera

Gelap terang yg menemani
Seakan suka duka hidup ini
Gelagapan diri ini menangkis
Sesosok bayang yg mengiris

Penaku terus menari lincah
Tiada henti untuk merubah
Pada gelap terang malamku
Tepiskan lara bawa haru biru

Gurindam malam berseru-seru
Sentakkan bayang dalam semu
Gerangan apa untuk esok
Semoga saja lebih baik 

Rabu, 14 Oktober 2009

Hanya Tinggal Dalam Kata


Suram malam tak berbintang
Hanya desau angin yang datang
Karna rinai hujan telah menghilang
Tepat di kala malam menjelang

Aku memandang
Potret akan satu bayang
Yang terhias rumput ilalang
Kini hampir termakan usang

Aku menerawang
Langit malam tak benderang
Karna tak ada satu bintang
Dan kini hanya tinggal dalam kata selamat malam, sayang

Memory on 141009

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...