Jumat, 12 Desember 2014

Semoga Lancar, Ma

Pagi ini, aku sekeluaga ke bandara Supadio. Mama akan berangkat umroh untuk pertama kalinya. Sebenarnya aku ingin ikut tapi masih banyak yang belum dibereskan, kuliah atau ujian misalnya. Harapku semoga nanti saat tiba waktunya, aku juga bisa berangkat umroh seperti Mama. Oya, Bapakku juga nggak ikut lantaran masih memikirkan anak-anaknya. Padahal aku dan adikku sudah beranjak dewasa, tapi tetap saja... anak adalah anak-anak. Oke, aku tak mengapa sebab itu sudah menjadi keputusannya. Ya, semoga saja nanti langsung naik haji. Aamiin Allahumma Aamiin.... Sebelum keberangkatan, aku sekeluarga menyempatkan diri untuk berfoto. Setidaknya sebagai kenang-kenangan dan harapan yang tersimpan. Semoga Mama dilancarkan menuju rumah Allah aka Ka'bah, disehatkan dan segalanya yang baik-baik, deh. Love you, Mom. Hehehe.... ^-*


 

Rabu, 10 Desember 2014

Jalan Kita


Aku tak bisa menyangkal kalau rasa cemburu memainkan peran besar saat bersamamu. Tapi, apa yang sebenarnya pantas untuk kucemburui? Kau belum sah untukku, aku juga belum sah untukmu, dan lagi... jalan kita masih panjang tak terhitung waktu. Bukannya aku tak ingin mengakhiri hubungan ini dengan sesuatu yang kebanyakan orang tanyakan, sungguh aku sangat ingin! Andai saja waktu memihak kita, a-n-d-a-i s-a-j-a....

Berbicara mengenai jalan, aku bahagia ketika kemarin kau mengajakku pergi ke Jungkat Beach aka Pantai Bedenyut. Betapa angin begitu sepoi menerpa wajahku dan wajahmu. Betapa air begitu riak menyapu dinding hati yang sempat dingin tersebab cemburu padamu. Ah, kalau saja aku bisa mengutarakan kata-kata penuh romansa kepadamu, kau pasti akan geli tertawa melihatku. Cukuplah selama ini menjadi pembacaku, sayang.

Caramu menikmati hidup kadang juga membuatku bahagia, meski setelah hari itu beban kembali kaupikul dengan keras. Ya, kau selalu menyempatkan satu temu di antara hari-hari sibukmu, lelah-lelah tubuhmu. Tak jarang memang, tapi cukup untuk menghibur hati yang lelah tersebab rindu. Detik ini pun, aku rindu! Aku harap kau selalu baik-baik saja di sana, mengumpulkan rezeki untuk langkah hakiki. Aamiin Allahumma Aamiin....

Dan, aku harap ini bukanlah perjalanan terakhir. Aku masih ingin menuai waktu bersamamu, menua bersamamu. Seiring perjalanan itu, semoga semuanya berlangsung penuh sukacita. Kalaupun dukacita menghampiri langkah kita, semoga hati ini tetap tabah menghadapi cobaan-Nya. Kau pasti tahu, kita sama-sama telah mengalami cobaan dari masa lalu. Kau juga pasti mengerti, apalah arti cerita cinta tanpa bumbu-bumbu? ^-*




Selasa, 25 November 2014

Aku Lelah, Bu

Diamku tak perlu kautanya, 
aku hanya tak ingin melihatmu kecewa.
Mungkin pikirmu memang baik-baik saja, 
sedang di kepalaku penuh akan makna.
Kadang, aku ingin riuh di pelukmu, 
menceritakan dukaku yang teramat dalam di sisimu.
Oh, Ibu... memandang putih di rambutmu membuatku urung. 
Aku bisa apa selain murung?
Sulit bagiku untuk percaya, 
sebegitu rumit jugakah kisah di balik hidup yang fana?
Jika Ibu ingin coba mengertiku, mengapa tak sedari dulu?
Aku lelah, Bu. 
Aku lelah mencari kasih sayang 
yang tak pernah nyata bagi separuh jiwaku...

Senin, 24 November 2014

Happy Wedding Sista

Latepost...

Ini edisi seseruan bareng sepupu, ceritanya di nikahan kakak sepupu tanggal 16 November lalu. It's okay lah ya, udah lama juga aku nggak nge-post di blog. Mari berbagi kebahagiaan! As always, pertanyaan yang selalu dilontarkan ketika ada acara seperti ini adalah... akunya kapan nyusul?! Oh no! I really don't know what to answer that question. Keep silent and be happy aja, hahaha... :D







Minggu, 05 Oktober 2014

Eid Mubarak

Happy Eid Mubarak semuanya. Mohon maaf lahir dan batin ya. Maafkan klo Shie udah jarang nulis lagi. Maklum, lagi mencari kesibukan dunia nyata. Ntar klo udah nggak sibuk lagi, pasti main-main kok dengan tulisan lagi. Doakan aja ya. Love you all, miss you all, hhe ^-*


7 Days to Mix & Match [2]


 




 

Minggu, 14 September 2014

Narsis euy :*

Aha, senang aja bisa nyelfie sama sepupuku! Ini ceritanya abis naik sampan, kecapekan, tapi bukannya istirahat, eh malah foto-foto. Narsis euy :*




Minggu, 07 September 2014

Apakah Ada?

Kamu yang dulu, memang bukan kamu yang sekarang. Begitu halnya dengan aku. Kehidupan telah banyak menemui perubahan, meski di kedalaman hatiku masih berkata... aku mencintaimu apa adanya. Tapi apa daya jika rasa itu enggan menemukan jawabannya, tempat labuhannya.

Kamu yang dulu, harusnya telah tertinggal jauh di dasar ingatan. Harusnya tak muncul kembali menyemai rasa yang tak berkesudahan. Pun tak berkepastian. Dan jikalau aku bertanya, bagaimana rasamu akhir-akhir ini... apakah ada aku di kedalaman hatimu? A-p-a-k-a-h a-d-a?

Entahlah! Gelengan kepalaku mungkin begitu kuat hingga kau menyadari, lagi-lagi lari! Sungguh, aku tak mengerti... mengapa rasa ini hanya indah di awal saja? Tidakkah akan menjadi indah untuk selamanya? Tidakkah akan menjadi cerita yang selalu bisa kita bagi bersama?

Entahlah! Barangkali, camar di ujung senja merutuki aku. Mau-maunya dihajar oleh dasar ingatan yang karat. Mau-maunya dimainkan rasa yang tak kenal syarat. Sebab yang kutahu, rasa cinta nan tulus memang tumbuh tanpa alasan, dan tak harus memiliki sebagai syarat akhirnya.

Kamis, 28 Agustus 2014

Rahasia Nana

Berdiri tegar di atas repih luka itu tidaklah mudah. NN

Begitu selesai menuliskan sepatah kata itu di lembar bisu, Nana mulai meneteskan airmata. Ceruk luka di hatinya tak mampu membendung lagi airmatanya. Segalanya tumpah ruah, banjir tak terhingga. Suara ketukan di luar pintu kamarnya pun tak didengarnya. Nana hanya terus mengurung diri, memenjarakan sepi teramat dalam. Bahkan sinar matahari cerah tak diizinkannya masuk melalui celah-celah jendela. Apalagi orang-orang terdekatnya! Satu-satunya yang paling diingini adalah N... Noval!

“Na, Ibu mohon jangan menangis lagi, sayang. Lupakan semua itu, tak ada gunanya kamu menutup diri. Lagipula Noval telah memilih jalan hidupnya sendiri. Kamu harus bangkit, sayang. Cuma kamu yang Ibu punya.”

Nana tak menyahut. Rupanya Ibu selalu berdiri di balik pintu, berharap Nana segera keluar dan menunjukkan keceriaannya seperti dulu, setahun yang lalu. Nana menggelengkan kepalanya kuat-kuat, diteriakkannya kata ‘tidak’ berkali-kali. Tak ada yang sanggup menghiburnya kecuali Noval. Noval yang terkasih, yang memilih pergi setelah berhasil menyakitinya dengan sesuatu yang tak pernah Nana inginkan. Noval yang pertama, yang juga diingininya sebagai yang terakhir. Tempat melabuhkan segala yang ia punya.

Nana tak peduli. Ia membanting apa saja yang ada di dekatnya. Meski bunyi barang-barang itu tak lagi sama. Nana tetap tak peduli. Setelah sekian menit membanting barang, ia membantingkan dirinya ke lembah kasur yang lapuk, berbekas airmata dan debu. Jelas saja, sudah setahun tak pernah dibersihkannya. Ia terlalu betah berlama-lama di dalam kenangan. Ia terlalu cinta kepada Noval, hingga tak pernah dibiarkannya kenangan pergi begitu saja.

“Bagaimana kabarmu, Val? Aku merindukanmu, sangat rindu.”

Mrs. Bennet yang sudah lama menetap di kepalanya mulai mengetuk kepalanya.

“Mrs. Bennet, apa yang harus kulakukan? Tidakkah kau akan pergi dari kehidupanku?”

“Oh, tidak. Aku tak bisa membiarkanmu dalam masalah. Aku seorang Ibu yang mempunyai lima putri. Sebagai Ibu, aku juga memikirkanmu, Nana.”

Miss Elizabeth yang mondar mandir di tengah kepalanya, tiba-tiba berseru, “Mama, apa yang kau tahu dari kebahagiaan? Kau hanya memikirkan kesenanganmu saja. Lihatlah Jane, ia dicampakkan Mr. Bingley.”

“Mr. Bingley memang kaya, Miss Lizzie.”

Well, i know that so much. Did you know Noval, Nana?”

“Tentu saja! Kau jangan seenaknya merendahkanku. Aku tahu betul siapa itu Noval, bagaimana caranya memperlakukanku. Mungkin pada saat itu, ia hanya tidak siap untuk bersamaku, berbagi kisah lebih lama denganku. Sedang kau, kau pikir bisa berlama-lama membenci Mr. Darcy? Hah?!”

Miss Elizabeth meloncat keras, membuat Nana hampir melayangkan tinju ke kepalanya.

“Kau salah, Nana!” teriak Miss Elizabeth.
“Apa? Apanya yang salah? Bukankah kau selalu menghindar dari tatapan itu? Apa kau tak bisa membaca perasaan Mr. Darcy? Ia pria yang tampan, sebelas dua belaslah dengan Noval. Kalau aku jadi kau, aku pasti membalas tatapan itu dengan tulus.”

“Aku hanya perlu waktu untuk membiarkan perasaanku tumbuh. Serupa percaya akan indahnya cinta, bukan kesenangan semata. Bukankah itu juga yang selama ini kauinginkan dari Noval?”

“Miss Lizzie, ...” Nana tak meneruskan kalimatnya,  sebab hatinya kembali terluka.

Kata-kata Miss Lizzie memukul telak ulu hatinya. Ia tak tahu lagi kemana harus mencari labuhan hatinya. Noval telah pergi, sejauh mungkin. Hanya kenangan, bahkan cerita dalam film Pride and Prejudice yang jadi film terakhirnya bersama Noval pun selalu menetap di kepalanya.

Lagi dan lagi, airmata menetes hingga sekian kali. Basah di kasur, bantal dan guling tak dihiraukannya. Ia sangat merindukan Noval. Noval yang dicintainya, benar-benar pergi dengan cara yang tragis setelah tak lama pisah darinya. Noval bunuh diri, menghunuskan tajam pisau tepat di jantungnya. Noval tak tahan lagi, kehidupannya yang broken home meruntuhkan kebahagiaannya sendiri ketika mengenal Nana. Bukan salah Nana, bukan juga kesalahan waktu yang mempertemukan mereka.

*end

Rabu, 20 Agustus 2014

Bisik Rindu

Hatiku gigil, saat rindu membisik lirih begitu terampil ~ Silver

Sejenak aku merenungkan apa yang telah kutulis. Sebelum kata itu terlahir, terlebih dulu aku menuliskan dua baris sajak berbalut rindu*. Lebih tepatnya tentang mimpi dan rindu. Entahlah, haruskah kutulis dan kuberi tahu padamu? Tapi kata itu begitu saja meluncur dari kedalaman bawah sadarku. Seolah memimpikanmu adalah hal yang benar-benar membuatku rindu. Seolah memimpikanmu adalah hal yang sanggup membawamu kembali di hadapku.

Sungguh, aku tak pernah mengerti mengapa mimpi menghadirkanmu! Nyatanya, aku tak terlalu sering memikirkanmu. Hanya sekali-kali saat karat ingatan berhasil merayuku. Mungkin aku kalut. Mungkin juga takut. Kehilanganmu menyita perhatianku saat pertemuan dan perpisahan kita. Kehilanganmu membekukanku. Dan saat mimpi menghadirkanmu, aku luruh! Aku ingin semua orang tahu bahwa kita pernah menjalin rindu di waktu-waktu lalu.

Silver, sekalipun aku tak pernah membayangkan akan menggunakan singkatan itu untuk mendeskripsikan jalinan kita. Bahkan jika kamu membacanya, belum tentu kamu akan mengingatnya. Kamu masih seperti yang lalu, berputar-putar tanpa pernah benar-benar diam menempati. Dan aku, seolah tak beranjak dewasa saat kamu datang dan pergi dengan sesuka tanpa satu kata yang pasti. Ah, harusnya aku bisa terbang tinggi lagi tanpamu.

*Memimpikanmu lagi-lagi, mendesahkan hatiku yang tak pernah benar-benar kautempati.
Merdekakan aku, tuan! Agar mimpi tentangmu bias tak menjejakkan kerinduan.

Selasa, 19 Agustus 2014

7 Days to Mix & Match [1]








Selfie with My Mom

Hi... Hi... Oh, hello everybody in everywhere. Today I'm very happy because I can take some photos with my Mom. *lol but it's true :*


*selfie alone *abaikan

Jumat, 15 Agustus 2014

Happy Together Again

Hello there ...

I'm so happy to know you! And today, I meet you even though we're not young anymore. We can keep in touch, live, laugh, love and smile together. Thank you, friends!



@Pondok Ale-ale Ayani Mega Mall Pontianak

Kamis, 14 Agustus 2014

Happy Together

Hello there ...

I'm so happy to know you! And today, I meet you even though we're not young anymore. We can keep in touch, live, laugh, love and smile together. Thank you, friends!





@J.CO Ayani Mega Mall Pontianak

Selasa, 12 Agustus 2014

Hasrat Untuk Berubah

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal,
aku bermimpi ingin mengubah dunia.
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,
kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah.
Maka cita-cita itu pun agak kupersempit,
lalu kuputuskan hanya mengubah negeriku.
Namun tampaknya, hasrat itu pun tiada hasil.

Ketika usiaku telah semakin senja,
dengan semangatku yang masih tersisa,
kuputuskan untuk mengubah keluargaku,
orang-orang yang paling dekat denganku.
Tetapi celakanya, mereka pun tidak mau diubah.

Dan kini, sementara aku berbaring
saat ajal menjelang, tiba-tiba kusadari...
"Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku,
maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan,
mungkin akan bisa mengubah keluargaku.
Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka,
bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku.
Kemudian siapa tahu, aku pun bahkan bisa mengubah dunia".

#Repost
Sumber : Unknown

Jumat, 08 Agustus 2014

Telah dibuka: PSPA UNTAN Angkatan II

Program Studi Profesi Apoteker di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat telah membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru angkatan II hingga 20 Agustus 2014. Mari kemari, daftar ke sini. Sebelumnya, kalian bisa baca-baca dulu di sini >> PSPA-UNTAN. Untuk info lebih jelasnya, bisa digoogling dengan kata kunci tersendiri. Bisa juga, kalian berkunjung langsung ke Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura di ruang sekretariat Profesi, atau menghubungi CP Pak Andhi Fahrurroji, M.Sc., Apt selaku pengelola Program Studi Profesi Apoteker >> 081345553921.

pic from Pontianak Post

Maaf ya kalau sedikit narsis, teman. Foto di atas adalah foto mahasiswa profesi apoteker angkatan I, yakni aku dan teman-temanku yang berjumlah 21 orang (14 perempuan dan 7 laki-laki). Oh iya, jangan dilihat dari jumlah orangnya ya, teman. Sebab kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari. Maka dari itu, tak ada salahnya menuntut ilmu di mana saja, termasuk di fakultas kami. ^-^


Selasa, 05 Agustus 2014

Airmata Kerinduan

Tak perlu kuhitung tetesan hujan di luar sana,
sebab aku jemu menanti bianglala di malam hari yang tak pernah ada.
Seperti kamu...
Entah di mana lagi 'kan kukisahkan repih luka berbatas waktu.
Tangisku mungkin pecah seirama tetesan hujan, sayang.
Tapi apa daya bila kau slalu abaikan dan menghilang.
Sungguh, sekalipun waktu membiarkan aku berlari jauh,
bayanganmu tetap utuh.
Sedang hujan...
Biar saja mengalir merupa airmata kerinduan,
untukmu di kejauhan.

Senin, 04 Agustus 2014

Aku Masih di Sini

Barangkali hukuman ini memang pantas,
meski aku juga harus bergegas.
Bukankah tiap kesalahan mempunyai
kapasitasnya sendiri untuk direnungkan?
Lain halnya denganmu, berpikir panjang tanpa satu jalan.
Tak bisakah kita bersama memperbaiki semua itu?
Ah, harapanku kian ketinggian. 
Bahkan Tuhan mungkin tak mengizinkan. 
Apalagi kamu yang slalu mengabaikan.
Apa yang terjadi di antara kita memang meninggalkan repih luka, 
tapi harusnya kita bisa merekatkan ia agar tak kian menganga.
Aku masih di sini, menantimu kembali 
hingga tak terhitung berapa kali lagi nyeri menghujam diri.
Aku masih di sini, berpura-pura mengembangkan senyum 
di atas repih luka yang pernah menyayat hati.

Minggu, 03 Agustus 2014

Raya Raya

Minggu ceria, raya raya . . .

Hehehe, aku dan kedua temanku menjelajah di hari raya. Kebetulan, udah lama nggak nge-Mall dan jadilah kami bertiga jalan-jalan di sana. Setelah lelah, tempat persinggahan kami akhirnya tertuju pada Pizza Hut. Ohlala, kami pun saling berbagi dan berfoto ria, ala ala, raya raya . . . :D

Okay, to the point aja ya . . .




Sabtu, 02 Agustus 2014

Sewaktu Aku Ingin

Aku membayangkanmu begitu mesra, sebab mengucapkan namamu tak pernah mendatangkan sosokmu di depanku. Hanya wajahmu dalam bayanganku, menari-nari di atas gejolak rindu. Hanya kamu dalam benakku, sosok teramat betah mendiami ruang hatiku.

Entah sudah berapa lama, jika bisa kuhitung ... mungkin sudah berjalan hampir enam tahun. Enam tahun. Enam tahun. Ah, tapi hitungan waktu itu tak bermakna bagimu. Akulah yang selalu menjadi detik, merasakan sakit dan bangkitnya diri dari jatuh cinta kepadamu.

Sewaktu aku ingin memeluk erat tubuhmu, kau tak ada di sini. Sewaktu aku ingin kau di sisiku, kau juga tak ada di sini. Kau tak pernah benar-benar ada di sini! Dan aku tenggelam dalam curahan hati berbalut kegelapan malam tanpa bintang. Dan aku, perasaanku tak menentu.

Aku tak mengharapkan sesuatu yang lebih darimu, sebab kesadaranku pulih jika mengingat betapa sewaktu aku ingin. Sebagai kekasih yang tak kau anggap pun, aku tak mengharapkan sesuatu meski simpulanku ternyata keliru. Bagaimana bisa cinta menuai derita jika kupupuk dengan satu tuju?

♥ Terinspirasi dari lagu Ada Band - Kau Tak Ada di Sini ♥

Kau jauh dari aku tuk sekian lama
Ku merindu, ku tersiksa, ini yang kurasakan
Sewaktu aku ingin memeluk erat tubuhmu
Sewaktu aku ingin kau di sisiku
Kau tak ada di sini

Hari-hari kulalui menunggu kau hadir
Perasaan tak menentu galau kurasakan
Sewaktu aku ingin memeluk erat tubuhmu
Sewaktu aku ingin kau di sisiku
Kau tak ada di sini

Cepatlah kau datang sayang, aku tak kuat lagi
Bila kau tak datang bisa-bisa detak jantung ini terhenti

Sewaktu aku ingin memeluk erat tubuhmu
Sewaktu aku ingin kau di sisiku
Sewaktu aku ingin memeluk erat tubuhmu
Sewaktu aku ingin kau di sisiku
Kau tak ada di sini

Kamis, 31 Juli 2014

Still Into You

Goodbye, July...

But I don't wanna say goodbye to someone, to you. Yeah, it's right! Of course it's always right! Cause I love you just the way you are. You make me crazy, more and more. I don't think to erase you from my heart. It's just make me crazy again. I'll miss you so badly...

Entah apa yang kutulis setelah sekian lama aku tak pernah menulis di lembar blog ini. Aku rindu menulis, a-p-a s-a-j-a, meski nyatanya kerinduanku padamu tak lebih dari yang kaubayangkan. Itu jelas, sangat jelas tergambar dari setiap kata yang kutulis. Menandakan bahwa kau adalah salah satu inspirasi terbesar di dalam tulisanku. Menandakan bahwa buih rindu kepadamu takkan pernah ada habisnya untuk dibahas dan diceritakan. Apa kau marah? Bilang saja jika itu yang kaurasakan. Aku tak apa, aku tetap seperti yang kau kenal. Tak perlu mengerti perasaanku karena kau memang tak pernah mengerti. Tak perlu kau tatap mataku lebih dari tiga detik atau seberapa lama kau bisa bertahan, sebab kebersamaan kita hanyalah bagai dua insan yang hanya sebatas sekelabat bayangan.

Harus kunamakan apa hubungan kita? Temankah? Sahabatkah? Pacarkah? Apa??? Sampai detik ini, aku tak bisa menjawab jika semua orang menanyakannya padaku. Bahkan kau selalu berhasil mengalihkan pembicaraan jika tiba-tiba aku mulai bertanya arti hubungan kita. Pernah aku menyudahi semuanya, membenamkan wajah di atas kegembiraan dunia, senyumku hilang tak berarah. Salah siapa? Kau? Tidak! Aku tak bisa menyalahkan siapa-siapa, sebab mencintaimu bukan kesalahan yang kubuat-buat. Mencintaimu adalah pertanda bahwa Tuhan menitipkan satu kegembiraan atas sebuah rasa. Meski lagi-lagi harus kutampik bahwa kegembiraan tak pernah datang sendiri, ia selalu bersama kesedihan. Kesedihan. Kesedihan.

Membayangkan Juli yang akan berakhir, aku tak peduli! Kegembiraan yang tak pernah datang sendiri pun, aku tak peduli! Sebab bertemu denganmu di akhir Juli ini membuatku berarti. Membuatku kembali merasakan datangnya cinta yang tak kenal logika. Memang iya! Logikaku mati manakala kau ada di hadapanku. Logikaku tak bekerja dengan baik manakala kau memetik senar gitar di sampingku. Bahkan setelah pertemuan yang harus diakhiri perpisahan, logikaku masih sama, mati dan tak bekerja dengan baik. Aku mencintaimu, menggilaimu dalam setiap detik yang kuhabiskan untuk berpikir dan menulis tentangmu. Berkata selamat tinggal kepadamu hanya meruntuhkan airmataku. Maka dari itu, aku tak mau lagi berkata 'goodbye'.


To you, I'll say... still into you.

Minggu, 08 Juni 2014

Aku Merindukanmu, Mencintaimu


~~~♡~~~
Bisakah kau lihat ke kedalaman mataku?
Sebab isyarat rindu tak tersampaikan
lewat rintik hujan di langit kelabu.
Aku merindukanmu,
hingga tak terhitung harus berapa kali lagi 
kusebutkan namamu dalam rapal doaku.
 Aku mencintaimu,
menikmati indah dan sakitnya hati yang jatuh
di saat cinta menemukan tempat tuk berlabuh.
Jika aku berkata benci, itu juga benar yang terjadi.
Sejatinya, cinta memang memiliki banyak rasa tanpa tepi.
Dan bisakah aku melihat ke kedalaman matamu?
Melabuhkan cinta pada tempatnya,
tempat yang kau sembunyikan dalam ragu dan tatap pilu.
Jangan kasihani aku, tapi cintailah aku!
Sebab cinta bukanlah lelucon
yang bisa kau mainkan sesuka hatimu.
Aku merindukanmu, mencintaimu.
~~~♡~~~

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...