Rabu, 01 Mei 2013

Mei, Doakan Aku

Cepat banget sih waktu berlalu, baru rasanya beberapa hari pulang dari Kota itu. Sekarang udah memasuki bulan yang baru, Mei. Bulan yang banyak meminta perhatian khusus, karena Mama dan Bapak berulang tahun di bulan ini, meski tanggalnya beda. Ah, usia mereka semakin menua, tapi tenaga mereka tetap saja terus melaju. Kasih sayang itu juga tak pernah usai.

Meski kuakui, aku kerap kali membentak, membantah bahkan melawan jika aku merasa diriku paling benar. Aku sadar, aku juga semakin menua seiring usia mereka. Dan, aku... biarpun dalam keadaan seperti ini, tetaplah anak-anak di mata mereka. Aku kadang sedih, karena aku belum bisa membuat mereka bangga. Bagaimana tidak? aku belum berhasil dalam satu hal.

Aku sebenarnya sadar akan kelemahanku, tapi aku tahu... aku nggak boleh menyerah begitu saja. Aku yakin, aku pasti bisa! Meski bayang-bayang kegagalan itu trus saja menghantuiku. Harus berapa kali aku mengikuti tes dan menerima hasil yang mengecewakan. Harus berapa kali juga aku harus menghabiskan uang mereka dengan sia-sia. Maafkan aku, Ma... Pak...

Waktuku semakin dekat, mungkin bulan Juli aku harus berangkat lagi. Aku takut, takut kalau hasilnya sama seperti bulan-bulan lalu. Bukannya aku menyerah tapi aku sudah berusaha. Mungkin jalanNya saja yang mengharuskan aku seperti ini. Aku juga ingin seperti teman-temanku yang lain, yang sudah mendapat gelar tambahan dibelakang Sarjana itu. Aku juga ingin!

Doakan saja aku, aku pun akan berjuang dengan segenap tenagaku. Sisa-sisa kehancuran itu pun sudah kubakar hingga tak bersisa. Aku yakin, aku pasti bisa! Aamiin ya Rabbal'alamiin...

Barcelona Te Amo

Barcelona-Te-AmoDi kota inilah Katya berada. Selain untuk meneruskan studinya, ia menerima bantuan sang paman demi menata hidupnya serta menjauhkan diri dari Sandra dan Evan.

Katya, Sandra, dan Evan, ketiganya sudah menjalin persahabatan sejak lama. Namun, cinta segitiga yang hadir di antara mereka membuat Katya memilih untuk pergi.

Barcelona, kota berjuta sejarah ini tidak hanya membuat Katya terkagum-kagum. Tetapi juga, merasakan sebuah debar yang tak menentu. Adalah Manuel yang tanpa sadar telah membuat hari-hari Katya yang tadinya biasa menjadi penuh warna dan menghangat.

Sayangnya, untuk menyadari bahwa yang Katya rasakan terhadap Manuel benarlah cinta tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang harus ia selesaikan terlebih dulu berkaitan dengan Sandra dan perasaannya terhadap Evan.

Barcelona Te Amo sebuah novel karya Kireina Enno akan mengajak kamu menikmati kisah cinta mengharukan dengan setting kota Barcelona yang eksotis. Novel ini mengisahkan tentang cinta segitiga yang terjalin dalam sebuah persahabatan. Pengorbanan pun menjadi pilihan yang sangat tepat demi keharmonisan persahabatan itu. Perasaan cinta terhadap satu-satunya lelaki di antara dua wanita harus terendap begitu saja. Mereka harus memilih. Terus berada dalam lingkaran cinta segitiga itu atau membuka hati untuk seseorang yang benar-benar baru.

Barcelona Te Amo merupakan seri kedua dari lini “Setiap Tempat Punya Cerita” yang diterbitkan oleh Bukuné. Seri cerita manis yang memadukan kisah cinta, setting yang indah, drama, romantisme kehidupan di luar negeri, dan bumbu-bumbu menarik lainnya. Lini novel yang dikembangkan oleh GagasMedia dan Bukuné ini diharapkan memberi warna baru pada novel Indonesia.

via: Bukuné.com

*Aku sukaaa banget rangkaian kisahnya Kak Kireina. Barcelona yang benar-benar menyentuh, jadi ingin pergi kesana menikmati musim panas meski disini lebih panas. Lalu pergi ke Montjuic, melihat air mancur Font Magica dan berdansa. Betapa senangnya :* [sHie]

Penjual Kenangan

penjual-kenanganHidup itu indah, tapi juga singkat. Sesingkat kamu bercerita. Sesingkat kamu mengarungi kehidupan itu sendiri. Sesingkat cerita yang mampu membuatmu tersenyum, bersedih, tertawa, tercenung, berbahagia, atau berharap.

Itulah yang akan kamu temukan saat membaca novel Penjual Kenangan karya Widyawati Oktavia. Novel terbitan Bukuné ini berisi sebelas kisah perjalanan yang penuh akan kenangan dan harapan.

Ada kisah tentang sang bintang pagi yang akan membuatmu selalu berharap akan kehadiran esok. Ada juga kisah tentang seorang pria yang menghiasi harinya dengan membeli nomor-nomor demi penghidupan yang lebih layak bagi keluarga tercintanya. Lalu, ada kisah tentang seorang perempuan tua yang setia berada di balik kaca jendela, menunggu ajal yang tak kunjung menjemputnya.

Melalui novel ini, Widyawati mengajakmu untuk mendengarkan kisah-kisah panjang yang pada akhirnya menemukan tepian untuk ia berlabuh, kenangan yang tak pernah lelah untuk setia menemani hidup, dan harapan yang senantiasa hadir menghiasi harimu.

via: Bukuné.com

*Aku suka kisah tentang sang bintang pagi. Aku juga ingin punya sepasang sayap, agar bisa terbang bersama Rayina. Meskipun awal-awalnya aku nggak ngerti yang kisah Carano itu. Tapi kisah-kisah yang lain, aku suka. [sHie]

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...