Jumat, 13 September 2013

Gaun

pict from @here
Pada tangkai berduri, kuhitung kelopak mawar merah yang terangkai di #gaun hitam tak berpuan, masihkah terpenjara sepi.

Pada sejuk sapa angin, kukabarkan duka #gaun yang tak lagi berkibar, menanam kerinduan.

#Gaun berpendar bianglala masih terpasung di sana, menanti sang empunya berlari dari repih kenangan.

Kita hanyalah dua pungguk di dua sudut selaput mata. Mencerna makna cinta di balik #gaun yang enggan tersapa.

7 komentar:

  1. Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin.

    BalasHapus
  2. Saya kira dari tadi Daun loh Mbk.

    Padahal Gaun ya.

    Maklum siang-siang lagi Ngantuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, gambarnya emang seperti daun (meskipun itu kelopak).

      Iya ya, siang-siang begini emang ngantuk. Ckckck... :)

      Hapus
  3. Terima Kasih atas partisipasinya di Lomba Puisi Cinta Ke-2,
    Anda terdaftar sebagai Peserta 003

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Pak. Semoga sukses lombanya. :)

      Hapus
  4. keren.. maknanya dalam.. kisah cinta yang telah terpisah gitu ya? hehe antena mencerna makna ane sedkit payah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Antara terpisah dan tidak. Yang jelas, masih mencari pelabuhan yang pas untuk mencerna cinta di balik gaun yang enggan tersapa. Gaun pernikahan, tentunya. :D

      Hapus

No comment - No cry
Meskipun komenmu sangat kuhargai disini :')

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...